Minggu, 23 Mei 2010
seandainya aku bisa
hari ini aku akan meminta dokter menyuntikkan "modecate" dosis tinggi ke tuibuhku
atau menaikkan dosis risperidol dan trihexi
minum anti depressan
dan tidur semalaman tanpa bisa bangun lagi
seandainya bisa
aku akan meminta dokter membelah dadaku, lalu membedah jantungku
dan mengiris bagian dari hatiku
yang terpahat namamu
seandainya aku bisa
aku akan meminta dokter untuk membedah otakku
dan mendeteksi bagian otak mana yang menyimpan namamu
lalu mencungkil dan membuangnya
karena aku tidak bisa melupakan
cara berjalanmu
cara berbicaramu
setiap kata yang kau ucapkan
setiap memori yang kita ciptakan
aku sangat tersiksa,
kerinduan yang terpendam menyesakkan dada
bukan pertemuan yang kuharapkan
karena melihatmu, seperti melihat matahari dari dekat
panas membakar tubuhku
seandainya bisa
aku ingin melebur saja bersama udara
yang bisa kauhirup dalam-dalam
dan kau simpan dalam paru-paru mu
aku ingin menyatu dalam darahmu
yang memberi kekuatan padamu untuk terus berlari
mengejar impianmu
seandainya bisa
aku ingin berhenti jadi manusia......
Sabtu, 22 Mei 2010
Tips : cara belajar efektif untuk penderita skizofrenia
1. Manfaatkan waktu luang saat sehat
kalo lagi sehat... jangan nonton Tv atau baca komik mlulu... belajar... belajar!!! biar pinter!
2. Tugas dicicil dikit-dikit
biasanya kalo ada tugas nyicil dulu dikit-dikit dikerjain sambil main-main, sambil dengerin musik.. sambil ngoborl sama temen ntar kan selesai sendiri
3. belajar bisa dimana saja dan kapan saja
belajar tu gak harus di depan laptop atau mantengin buku di meja belajar. bisa sambil piknik, waktu nunggu antrian mandi, waktu di angkot, naik kereta, di bus, di halte, dlll. so kemana2 bawa buku, jurnal, diktat
4. jangan sungkan tanya / diskusi sama temen
belajar bareng ternyata lebih enak lho......
5. intertextualitas
kata Derrida (itu lo.... yang suka dekonstruksi bangunan.... eh salah dekonstruksi hagemoni filsafat barat ) ehm... berat nih :( sebuah teks merupakan "jejak" dari teks yang lain. so kalo buku/diktat yang dikasih dosen terlalu berat, cari aja buku yang lebih ringan bahasanya. meskipun judulnya beda, tapi kalo materi yang dibahas sama itu bisa dijadiin referensi. contoh:
miza menemukan jawaban dari pertanyaan dosen mata kuliah Masyarakat Kesenian Indonesia di bukunya WS Rendra ( lupa judulnya). trus waktu hunting2 buku miza dapet terjemahan novel " The Oldman and The Sea"so bisa jadi pembahasan tugas "Comperative Literature".
Waktu SMa miza belajar biologi dari " Komik GENETIKA". Selain bahasa nya mudah, kita juga lebih paham. ' Seandianya semua diktat kuliah dibikin komik......(mengkhayal mode on)
6 Lebih banyak mengalami/ praktek di lapangan
miza kan jurusan sastra Inggris, karenaitumiza ikut teater biar bisa ngerasain gimana jadi "praktisi" daripada terus-terusan jadi akademisi yang MATERIALISTIS ( kebanyakan MATERI yang masuk tapi gak da prakteknya)
7 bagi yang susah konsentrasi.... tenang.... itu bisa dilatih kok. biasanya sih pake meditasi. tapi bukan meditasi yang seribet yoga. coba aja tiaphabis subuh keluar rumah, ambil nafas dalam-dalam... rasakan setiap hirupan, lalu lepaskan perlahan... nikmati setiap helaannya
8 Pelan-pelan penuh kesabaran
belajar itu gak langsung bisa. Miza dulu waktu di suntik modecate juga lupa cara bicara, cara hitung matematika, apalagi fisika... duh.... tapi kalau kita telaten pasti bisa. Jangan mudah menyerah!!!!
9 Jangan lupa berdoa...
klo lagi mau ujian sholat malem, sholat dhuha, sholat hajat sebelum berangkat kuliah (bagi yang beragama Islam) kalo yang beragama lain ya sesuai dengan tatacaraberdoa masing-masing
10 belajarlah dgn sanenag ahti. jangan merasa terpaksa. karena belajar itu kebutuhan
temen-temen, kita gakperlu menjadikan skizofrenia sebagai kambing hitam untuk tidak belajaratau beraktifitas. Kalo kita kebanyakan bengong dan ngelamun... ntar malah gak sembuh2. coba cari kesibukan untu kmengalihkan perhatian. gak ada istilah " skizofrenik dilarang belajar!"
kayaknya segitu aja deh... tips-tips buat para ODS. kalo sekiranay cocok, dan "possible"untuk dilakukan, ya lakukan aja... tapi kalo gak... mungkin temen2 punya cara lain biar lebih produktif. Pokoknya jangan berhenti berharap!!! jangan berhenti bercita-cita!
Chayooo!!!
Salam
miza si Skizofrenik "gaul":)
Kamis, 20 Mei 2010
akhirnya
perasaan yang jujur dari dalam hati saat memandangi wajah-wajah mereka dari dekat
andaikan aku bisa menggantikan seribu kata dengan satu senyuman. Aku ingin hanya tersenyum saja. karena itu mengungkapkan lebih dari kerinduan hati yang kusimpan selama hampir lima tahun lamanya.
sejak duduk di bangku sekolah menengah atas, saat aku pertama kali difonis sebagai penderita skizofrenia, sejak aku harus melewati setiap detik untuk melawan bisikan-bisikan yang mendengung di telingaku, saat aku merasakan betapa bahagianya menangis dan betapa sakitnya tertawa, aku ingin ada seseorang yang ada di dekatku dan berkata, "tidak apa-apa kamu akan baik-baik saja."
KPSI, Komunitas Peduli Skizofrenia. Ketika pertama kali aku melihat wajah-wajah itu di sana. dan kita berbicara dari hati- ke hati. mengungkapkan segala sakit yang kita rasakan. hidup yang terlampau misterius untuk dijalani. seperti hutan lebat gelap yang mustahil untuk dijelajahi. aku merasa seperti sedang berkaca pada sungai yang jernih, memantulkan bayanganku sendiri. utuh, penuh, tanpa cela. dan ketika kami saling menghayati rasa sakit yang menjalari jiwa kami. sayup-sayup aku mendengar seseorang membisikkan kedamaian dalam hatiku. " tidak apa-apa, kamu akan baik-baik saja."
untuk teman-temanku sesama penderita skizofrenia, atau siapa pun yang keluarga atau teman dekatnya terkena penyakit ini. marilah kita sama-sama saling menguatkan. memberi motivasi. memberi inspirasi. karena kita sama-sama mengerti bahwa hidup ini tak sesederhana seperti apa yang orang lain pikirkan tentang kita.
karena kita tidak sendiri
karena kita adalah satu keluarga
Senin, 30 November 2009
How to deal with schozophernia sickness
Do you believe that sick people can win the Nobel Prize? You are extremely wrong if you don’t believe this. John Forbes Nash Junior, who has schizophrenia won the Nobel Prize for inventing economic equilibrium theory. Schizophrenia is a mental disorder, caused by abnormalities of dopamine and serotonin in the brain. Those abnormalities can cause delusions and hallucinations which can disturb the schizophrenic’s life. Many schizophrenics are dead because they cannot control themselves; therefore, they usually commit suicide. Although the sickness is horrible and terrible, schizophrenics don’t need to be afraid. I have schizophrenia too, but I can control myself so that I can live in society and even achieve the winning prize in the Koran competition. So, I would like to explain how to deal with schizophrenia, including how to control ourselves, how to encourage ourselves and how to be a confident schizophrenic.
In many cases, schizophrenics cannot control themselves. It is because they are influenced by hallucinations and delusions. They see something horrible but actually it is not real, they also hear something that is not real. The hallucinations and delusions instruct them to do something, like committing suicide, and convince the individual of a false reality. If the hallucinations come, you may ignore it. Try to control yourselves as well as possible. Believe that the sound that you hear is not real. Use your logical thinking. In addition, as a schizophrenic, don’t feel like a minority in the society even though people are mocking you. Encourage yourselves by doing some activities that you like. Sometimes I write to calm myself. I also like reading poetry and doing theatre. If you are motivated, you will be confident. Try to join some organizations that can build your self esteem. If you can do it, just try to communicate with your closest neighbour or friends. Believe that you have the same capability as others have.
Rabu, 15 Juli 2009
Kamis, 23 April 2009
finally
inilah yang aku temukan... inilah yang ada di hadapanku
selama ini sungguh aku tak mengenali diriku sendiri, siapa aku dan apa yang aku inginkan
kini, aku melihat kenyataan yang membuatku terkejut bahwa diriku yang sebenarnya tidak seindah dan sebagus apa yang selama ini aku pikirkan.
kenyataan bahwa aku adalah seseorang yang kadar dopamin dan serotoninnya tidak normal.
selama ini, sungguh meskipun aku tahu bahwa aku seorang skizoprenic , aku tetap tak memperdulikan apa yang seharusnya aku lakukan untuk menyembuhkan penyakitku.
aku begitu meremehkannya... penyakit apa ini, pikirku. aku merasa bisa beraktifitas seperti orang normal tanpa tahu batas dimana aku tak mampu mengerjakannya.
dan ternyata.... aku tetaplah seorang skizofrenik yang harus berkutat dengan obat dan injeksi. aku menyadari bahwa diriku tidak bisa disamakan dengan orang normal lainnya. aku menyadari bahwa tubuhku ini lemah....dan tidak berdaya.
selama ini, sungguh aku memaksakan diriku untuk bisa melebihi orang normal. aku ingin menunjukkan bahwa schizophrenioc juga bisa berguna. schizophrenic bukanlah sampah yang dibuang oleh masyarakat. tapi aku lupa, bahwa memang segala tenagaku, pikiranku tetap tidak bisa melebihi orang normal. sekuat apa pun aku berusaha. tetap saja aku tak bisa menentang takdir.
takdir sudah tergariskan, aku harus menjalani kehidupanku selanjutnya. aku tetap akan berusaha sekuat tenaga untuk menjalani hidupku. aku tidak mau menjadi sampah. tapi aku akan lebih menyayangi diriku dan tidak memaksakan diri jika memang aku tidak bisa melakukannya. aku akan lebih mensyukuri apa yang telah diberikan Allah padaku. Baik atau buruk.
biarlah rasa iri dan sakit hati itu terbang bersama angin yang membawa lari kenangan masa lalu
Sabtu, 21 Maret 2009
suara hati seorang skizofrenik
aku yang menyendiri, aku yang pelupa, aku yang teledor, aku yang tidak pernah memperhatikan dengan kondisi di sekitarku.
aku sering melamun, bahkan pikiran terlihat kosong, perkataan ku pun sangat menyakitkan hati...
itu kata mereka...
teman2 ku
aku tidak sakit hati karena teman2 ku menegurku
aku hanya "nelangsa" betapa sampi hari ini aku bersikeras untuk menjadi orang normal. tapi tetap saja.... ingatan jangka pendekkus emakin melemah
dan orang lain tidak bisa memahami aku
lalu aku harus bagaimana?
aku harus bertindak seperti apa
tetap saja aku sendirian tidak punya teman
aku memang seharusnya menerima keadaan dengan sikap lapang dada
tapi sakit rasanya menanggung beban ini
any body help me?